Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Pekanbaru bersama organisasi lainnya menggelar
aksi Tolak Omnibus Law di depan gedung DPRD Provinsi Riau pada hari Kamis (8/9)
pukul 13:00 wib. Masa aksi diperkirakan berjumlah ribuan orang. Mula awal
aksi berjalan kondusif, namun di tengah aksi terjadi kerusuhan lalu aparat keamanan coba bubarkan masa aksi dengan semprotan water canon, tembakan gas air mata dan pukulan.
Tampak di lokasi kejadian peserta aksi yang terkena gas air mata, luka-luka dan
sesak nafas dilarikan kerumah sakit menggunakan ambulan. Beberapa warga sekitar tampak memberi semangat dan bantuan berupa
air minum,makanan dan pepsodent. Masa akhirnya dipukul mundur dari gedung DPRD
Provinsi Riau sampai ke JL Nangka lalu masa aksi membubarkan diri.
Koordinator lapangan HMI-MPO Cabang Pekanbaru Imsardi Harahap mengatakan “HMI-MPO Pekanbaru sudah beberapa kali melakukan kajian dan aksi terkait Omnibus Law dari masi RUU sampai hari ini ketika sudah disahkan."
”Kami mengutuk keras tindakan
represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap masa aksi, dimana salah satu
kader HMI MPO Cabang Pekanbaru mendapat tindakan represif berbentuk tendangan di perut sebelah kiri
sehingga harus dibawa kerumah sakit,
berdasarkan hasil USG perut kiri kader yang bernama Teguh mengalami memar
dalam.” Ujar Fauzal, Formatur HMI-MPO Cabang Pekanbaru.
Formatur HMI(MPO) Cabang
Pekambaru juga menuntut polisi yang melakukan kekerasan dikenakan sanksi
menurut hukum yang berlaku. “Kami sangat kecewa terhadap pengawalan masa aksi
yang mana terjadi tindakan represif aparat kepolisian sehingga menimbulkan
banyak korban luka, maka kami menuntut pihak kepolisian meminta maaf dan
memberikan sanksi terhadap aparat yang melakukan kekerasan terhadap masa aksi”
tutup Fauzal.
Punulis : Roma Siregar

Komentar